Senin, 29 Februari 2016

"Al-ilmu Fis-Suthur" 
Ilmu itu didalam tulisan

Seberapa penting sih saya harus menulis? waduh belum apa-apa sudah dapat pertanyaan gak bermutu gini. itu lah kira-kira yang juga sempat tebesit dalam benak saya.  hehehe

iyalah, wong tulisan aja kog. apa iya nulis itu bisa mendatangkan uang? Apa iya menulis bisa mendatangkan pahala? apa iya menulis itu bisa memasukkan kedalam surga dan bahkan bisa meningkatkan drajad di surga?

mungkin pikir-pikir dulu ya kalau mau jadi penulis! 

Ternyata gak harus mikir juga kok kalau mau nulis. nih buktinya saya nulis aja tinggal menggerakkan jemari saya. huehehe. #piss

okelah kalau begitu. kita kilas balik aja ya. Zaman Rosululloh SAW ada istilah "Al-ilmu Fis-Sudur" (ilmu didalam hati). ya, karena zaman nabi itu tidak seperti sekarang, dan cobaan zaman berbeda dengan sekarang sehingga hafalan yang ada dalam hati para sahabat nabi pin tidak mudah hilang.

karena keimanan para sahabat sebagai pengikut nabi benar-benar kuat. setiap mereka mendengar wahyu dan sabda dari nabi langsung mereka hafalkan dan mereka amalkan, begitulah cara belajar para sahabat zaman nabi. tanpa nulis? iya tanpa nulis. tapi jangan kawatir kemurnian islam saat itu juga masih terjaga, karena masih ada nabi.

setelah wafatnya nabi, kemudian dilanjutkan zaman halifah, dari zaman mereka semua ilmu yang diajarkan nabi juga masih murni, hafalan mereka juga kuat. sehingga Al-Ilmu Fis-Sudur (ilmu ada dalam hati) 

namun tahu gak. bahwa sepeninggalnya para halifah baru dilanjutkan dengan zaman ahli hadist. dari merekalah tercetus bahwa semua ilmu yang dulu pernah mereka dengar dan mereka hafalkan harus tertulis dengan jelas dapat ilmu itu dari mana, siapa gurunya, dan harus runtut sambung sampai nabi. 

begitupula mereka yang hafal Al-Quran diminta mengumpulkan hafalannya dan ditulis di plapah kurma.

Kemudian dizaman Abdulloh bin umar (ulama' yang menjumpai Sahabat nabi) memperintahkan agar Az-zuhri (Ulama ahli Hadist pertama) diperintahkan untuk menuliskan dan menghimpun hadist-hadist nabi. dengan harapan kelak di ahir zaman, umat nabi Muhammad SAW tetap menjaga islam secara kaffah dan mudah dipahami sebagai pedoman.

alhamdulillah, sekarang kita sebagai umat islam bisa mempelajari Islam secara kaffah, atas Izin Alloh.

dari cerita singkat inilah, membuktikan bahwa menulis itu adalah untuk menebar manfaat, bukan mudhorot. 

apakah menulis juga mendatangkan uang? kalau memang niatnya lurus, boleh saja. ditulis, masuk percetakan, diterbitkan, di jual, jadi uang

apakah menulis bisa mendapatkan pahala? kalo memang itu bermanfaat untuk orang lain, masak alloh tutup mata tidak kasih pahala?

apakah menulis itu bisa memasukkan kita kedalam surga dan meninggikan derajad kita disurga? kalo memang tulisan itu adalah Ilmu bermanfaat, kemudian dipraktikkan oleh orang yang mau belajar darinya kan jadi ilmu jariyah namanya. wah jadi ngiler nih pengen nulis... karena pahalanya ngalir terus.

mau tanya apa lagi?

bolehlah mulai dari diri kita masing-masing mulailah menulis. buat sejarah yang kelak bisa dikenang oleh anak turun kita..amiin

so. jangan pernah takut berkarya, meski hanya diatas kertas putih...

#KMO5A
#1000 Penulis Muda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar